aku, diantara yang berjalan di atas punggung bumi, untuk terus BELAJAR

-Addy Aba Salma-

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

18 April 2010

NATO, Cape' Deh...

oleh: Addy Aba Salma

Ada orang tua yang menyuruh anaknya sholat ketika terdengar adzan berkumandang, hayya’alashsholaaaaah... tetapi orang tua tersebut malah asyik dengan aktivitasnya entah itu membaca koran, nonton telivisi, atau malah istirahat tidur-tiduran. Anak yang di suruh orang tuanya sholat tersebut berangkat juga ke Masjid, tetapi di Masjid ia malah bercanda dengan teman-teman sebayanya ketika seluruh jama'ah sedang melaksanakan sholat. Anak itu mengganggu kekhusuan seluruh jama'ah yang sedang sholat itu.

Kenapa anak itu malah bercanda ketika sholat? Diantara Jawabannya adalah karena tidak ada orang tuanya yang seharusnya mencontohkan. Anak pastinya lebih ngefek kepada orang tuanya dari pada orang lain. Ketika orang tua menyuruh sholat anaknya dan ia pun mencontohkan juga dengan berangkat ke Masjid bareng untuk sholat berjama'ah, dan mencoba menasihati anaknya untuk sholat mengikuti Imam dan jangan bercanda, pastilah seorang anak akan mendengarkan nasihat orang tuanya. Nasihat itu langsung dipraktekkannya sebagai contoh untuk anaknya.

Karena memang kekuatan tauladan lebih dahsyat dari sekedar kata-kata. Rasulullah berhasil merubah dunia yang gelap gulita dan amat pekat kejahiliyahanya menjadi cerah secerah cahaya mentari menyinari bumi adalah dengan kekuatan tauladan. Oleh karenanya Allah SWT mengabadikan ketauladanan Rasulullah SAW itu di dalam Al Qur’an.

”Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. Al-Qalam:4)

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Qs. Al-Ahzab:21)

Ada juga mereka yang bergelar Ustadz, tetapi mereka tidak bisa merubah keadaan masyarakat yang jauh dari nilai-nilai Islam. Mungkin karena memang tidak ada contoh dari Ustadz tersebut yang patut diikuti oleh masyarakat sekitarnya. Karena Ustadz tersebut ternyata memiliki Istri dan anak perempuannya yang tidak memakai Jilbab, anak lelakinya jarang sekali ke Masjid untuk sholat berjamaah.

Jelaslah orang yang seperti itu tidak akan bisa menjadi tauladan di masyarakat walaupun bergelar Ustadz, karena orang yang bisa menjadi tauladan di masyarakat adalah orang yang bukan cuma NATO, Not Action Talk Only. Bukan yang cuma bisa berkata-kata saja, tetapi tidak melakukan apa yang ia katakan, cape’ deh... Bukan cuma masyarakat yang ’ngedumelin’ orang seperti itu tetapi Allah SWT juga benci terhadap orang itu, ketahuilah firman-Nya di dalam Al Qur’an: ”Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Qs.Ash-Shaff:2-3)

Wallahu a’lam bishshawab

11 Juni 2009

Terimakasih Untukmu Wanita

oleh: Addy Aba Salma

Ketika kita ingin berpergian keluar rumah beraktivitas, entah itu bekerja, sekolah, kuliah atau aktivitas lainnya, biasanya kita menggunakan kendaraan pribadi baik sepeda, motor ataupun mobil. Bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi mereka berpergian dengan menggunakan jasa angkutan umum kota. Jangan lupa ketika kita ingin keluar rumah hendaklah membaca do’a terlebih dahulu seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, berikut do’anya:
”Dengan nama Allah (aku keluar). Aku bertawakkal kepada-Nya, dan tiada daya dan upaya kecuali karena pertolongan Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Dengan kita berdo’a, kita akan tenang dalam perjalanan. Tidak ada salahnya dalam perjalanan kita coba berdzikir didalam hati atau membaca Al-Ma’tsurat yang sudah kita hafal. Karena kalau tidak diawali dengan berdo’a dan membaca dzikir bisa saja ketika berada dijalan kita terperangkap ajakan syetan yang memang selalu menggoda manusia. Karena syetan/iblis sudah berjanji akan senantiasa menggoda anak cucu adam dari arah depan, belakang, kiri dan kanan mereka kapanpun.

”Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka, dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Qs. Al-A’raff:16-17)

Tidak sedikit peluang dosa yang bisa saja kita lakukan dalam perjalanan kita di jalan untuk beraktivitas, apalagi kalau tujuan aktivitas kita itu ke Mall atau pusat-pusat hiburan dan keramaian. Diantara peluang dosa itu adalah dosa dari pandangan mata kita karena banyaknya para wanita yang tidak menutup auratnya dengan benar seperti yang disyariatkan oleh Agama Islam. Para wanita itu berpakaian minim, bahkan diantara mereka ada yang mengenakan t-shirt ukuran adiknya yang masih duduk di bangku kelas satu SLTP, ’Nyepitit’ kata orang Jawa... mengikuti trend para selebritis ‘jahiliyah’ dari Madonna sampai Britney Spears. Mereka menuruti hawa nafsunya sendiri.

Tidak ketinggalan kalangan ibu-ibu nya juga sekarang ini lagi ngtrend mengikuti senam aerobic yang banyak diadakan di parkiran Mall atau tempat-tempat hiburan dan keramaian di pagi dan sore hari pada hari libur. Mereka sudah mengenakan seragam senam aerobic itu sedari dari rumahnya, kalau tidak atasannya ya bawahannya yang mereka kenakan, jalan-jalan dengan pakaian itu. Astaghfirullah...

Hal tersebut bisa menyebabkan kita berdosa, dosa yang datang dari pandangan mata kita. Tetapi terkadang kita tidak sengaja melihat dan itu tidak akan menjadi dosa, maka palingkan saja arah pandangan kita untuk tidak berlama-lama memandang yang bukan hak mata kita. Setelah kita palingkan pandangan kita jangan lagi balik memandang, karena pandangan yang kedua ini akan dicatat sebagai dosa, seperti apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: ”Wahai Ali, janganlah engkau susuli pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu).” (HR. Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Dawud)

Diantara mereka tidak sedikit yang kalau kita lihat KTP mereka beragama Islam, mereka sholat, mereka juga puasa. Tetapi kenapa mereka tidak mau mengenakan pakaian yang sudah disyariatkan oleh Agama Islam. Mereka menutup auratnya hanya ketika menjalankan ibadah shalat saja, setelah selesai shalat mereka perlihatkan lagi sebagian auratnya. Pakaian yang disyariatkan oleh Agama Islam untuk para wanita adalah pakaian yang menutupi aurat. Ketahuilah bahwa Allah SWT telah berfirman:

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab:59)

Ayat diatas menjadi dasar diwajibkannya para wanita yang beriman untuk mengenakan Jilbab, pakaian untuk menutupi auratnya. Berusahalah para wanita untuk dapat mengamalkan perintah-Nya ini, untuk kebaikan di dunia dan juga kebaikan ketika di akhirat kelak.

Dan terimakasih untukmu wanita, yang telah sanggup mengalahkan hawa nafsumu untuk mengamalkan perintah-Nya menutupi aurat. Karena yang engkau amalkan, menutup pintu dosa pandangan mata kaum lelaki.

Wallahu a’lam bishshawab

08 Juni 2009

Kekuatan Ikhlas

oleh: Addy Aba Salma

Dapat digunakan untuk bertawasul
Ada sebuah riwayat yang lebih kurang seperti yang akan saya ceritakan dibawah ini:
Kisah ini adalah kisah tentang 3 orang pemuda yang sedang dalam perjalanan. Karena mereka kemalaman mereka bersitirahat di dalam goa, yang tidak lama kemudian tiba-tiba jatuh sebuah batu besar dari atas bukit dan batu itu menutupi mulut goa sampai akhirnya mereka tidak bisa keluar dari dalam goa. Dan mereka berkata tidak ada yang dapat menolong kita dari musibah ini, kecuali kita tawassul kepada Allah dengan amalan-amalan shalih yang ikhlas yang pernah kita kerjakan.

Pemuda pertama berdo’a kepada Allah, Ya Allah saya memiliki orangtua dan saya biasa memberikan susu untuk kedua orangtuaku, saya selalu mendahulukan memberikan susu kepada kedua orangtuaku sebelum aku berikan juga kepada keluargaku dan yang lainnya. Suatu hari saya lupa memberikan susu kepada kedua orangtuaku karena mengembala ternak, dan saya ingin memberikan susu kepadanya ternyata mereka sudah tidur, aku tidak ingin membangunkannya biar aku tunggu hinga fajar, padahal anak-anakku saat itu sedang menangis untuk di berikan susu, karena aku belum meberikan dahulu kepada kedua orang tuaku maka aku tidak memberikan susu itu kepada anakku. Ketika orangtua bangun dari tidurnya diwaktu fajar langsung aku berikan susu itu kepadanya. Ya Allah jika perbuatan aku itu perbuatan yang engkau nilai ikhlas karena Mu, maka tolong keluarkan aku dari goa ini. Maka bergeser batu yang menutupi goa itu sedikit.

Pemuda kedua berdo’a juga kepada Allah, Ya Allah saya sangat menyukai anak gadis paman saya. Karena aku sangat menyukainya aku mengajak dia untuk berzina dengan aku, tetapi ia selalu menolak. Pada suatu saat ia membutuhkan uang dan meminta bantuan dariku. Aku mau membantunya asalkan dia mau meyerahkan dirinya kepadaku, dan ia menyetujui. Aku suruh ia untuk datang kepadaku pada malam hari dan ia pun datang kepadaku. Ketika aku ingin menidurinya dan ia pun berkata “Takutlah engkau kepada Allah”, akupun tersadar dan aku tidak jadi melakukannya dan aku tinggalkan dia. Ya Allah jika kesadaranku untuk tidak melakukan perbuatan zina itu Ikhlas karena Engkau ya Allah, maka tolong keluarkan aku dari sini. Maka bergeser batu yang menutupi goa itu sedikit.

Pemuda ketigapun juga berdo’a kepada Allah, Ya Allah saya adalah seorang majikan dan mempunyai beberapa orang yang bekerja kepada saya, saya memberi gaji kepada mereka semua. Pada suatu hari saya memberikan gaji kepada mereka, tetapi ada seorang pekerja saya yang tidak datang mengambil gaji. Dan gaji orang tersebut saya belikan ternak dan di gembalakan oleh seorang pengembala sampai akhirnya berkembang biak ternak tersebut. Dan pada suatu ketika datanglah pekerja saya yang belum mengambil gaji itu untuk mengambil gajinya yang dulu. Dan saya tunjukkan ternak-ternak yang sudah berkembang biak beserta pengembalanya itu, saya katakan kepadanya “Itu semua ternak-ternak milikmu”, orang tersebut tidak percaya dan berkata “Tuan jangan mempermainkan saya”, “Saya tidak mempermainkan anda betul itu semua milik anda”. Dan akhirnya di ambilnya ternak-ternak itu semuanya. Ya Allah jika itu perbuatan yang engkau nilai ikhlas, maka tolong keluarkan aku dari sini. Maka bergeser batu yang menutupi goa itu sedikit.

Karena mulut goa yang tertutup batu itu sudah bisa untuk dilewati, akhirnya mereka dapat keluar dari goa tersebut dengan selamat.

(Diriwayatkan oleh Bukhari Muslim) terdapat dalam Kitab Hadist Riyadhus Shalihin Bab Niat Ikhlas

Dari kisah diatas dapat kita ambil hikmah, sebuah amalan yang kita lakukan dengan ikhlas dapat menjadi wasilah terkabulnya do’a yang kita panjatkan, larangan Allah yang kita tinggalkan dengan ikhlas juga dapat menjadi wasilah terkabulnya do’a yang kita panjatkan, amanah yang kita laksanakan dengan penuh keikhlasan juga dapat menjadi wasilah terkabulnya do’a yang kita panjatkan. Dan kisah dari hadist diatas para ulama menjadikan hadist itu dalil bahwa kita boleh berdo’a dengan bertawasul dengan amalan yang kita lakukan dengan ikhlas.

Terhindar dari penyesatan iblis
Iblis berusaha untuk mencoba menggoda manusia dari segala penjuru arah, dari depan, belakang, kanan dan kiri kita supaya kita tidak bersyukur (taat) kepada Allah SWT. Dan iblis menyerah untuk dapat menyesatkan seseorang yang didalam dirinya senantiasa terdapat keikhlasan.

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (Qs. Al Araaf:16-17)

Artinya: Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka." (Qs. Al Hijr:39-40)

Syarat diterimanya amal
Dan yang terpenting dari ikhlas yaitu ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu amal ibadah yang kita perbuat. Amal ibadah yang kita lakukan tidak akan pernah diterima oleh Allah SWT, kecuali ada keikhlasan dalam melakukannya. Ketika amal kita diterima oleh Allah maka kita akan menuai hasilnya di akhirat kelak.

“…Beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (Qs. Az-Zumar:2)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus….” (Qs. Al Bayyinah:5)

Tidak ikhlas = Riya’
Lawan dari perbuatan yang ikhlas itu adalah riya’. Riya’ adalah salah satu penyakit hati yang disebut juga dengan syirik kecil. Kenapa disebut dengan syirik kecil karena perbuatan riya’ ditujukan oleh orang yang melakukannya untuk selain Allah SWT, yang dengan kata lain itu adalah syirik karena ada selain Allah yang ditujukan dalam perbuatannya itu.

"Sesuatu yang paling aku khawatirkan menimpa kamu sekalian ialah syirik paling kecil. Maka beliau ditanya tentang itu. Beliau berkata: Riya" (HR. Ahmad)

Kalau kita coba perhatikan surat yang ke-112 di dalam Al Qur’an itu namanya Al-Ikhlas dan kita semua sudah hafal surat itu tentunya, surat yang isinya sama dengan sepertiga dari Al-Qur’an. Kalau kita cari di dalam surat itu tidak ada kata ikhlas didalamnya, karena inti dari surat tersebut adalah Tauhid yaitu meng-Esa-kan Allah yang berarti tidak ada tuhan selain Allah. Dan itulah Ikhlas melakukan sesuatu hanya untuk Allah yang Maha Esa, bukan untuk yang lainnya.

Sedikit tentang ikhlas ini semoga bisa jadi motivasi khususnya untuk saya pribadi yang berusaha dan selalu berusaha untuk bisa senantiasa ikhlas dalam berbuat.

Wallahu a’lam Bishshawab

06 Juni 2009

Fenomena Jahiliyah

oleh: Addy Aba Salma

Sangat banyak perilaku-perilaku masyarakat arab pada masa jahiliyah yang sudah begitu rusak. Rusak sebenar-benarnya kerusakan. Perilaku-perilaku tersebut sudah sangat parah kerusakannya. Padahal sebelumnya masyarakat arab adalah masyarakat yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai Aqidah Tauhid peninggalan Millah Nabi Ibrahim as.

Mula awal masyarakat arab menjadi masyarakat yang sungguh jahiliyah adalah bermula dari seorang yang bernama AMR BIN LUHAYYI BIN QAMA’AH dari bani Khuza’ah. Dialah orang yang pertama kali memasukkan KEMUSYIRKAN kepada mereka dan mengajak untuk menyembah BERHALA.

Walaupun begitu tetapi masih ada masyarakat arab pada masa itu yang masih memegang Aqidah Tauhid, jumlah mereka tidak banyak dan sangatlah sedikit sekali. Kemudian lama-kelamaan karena dahsyatnya perkembangan kemusyrikan akhirnya masyarakat arab menjadi gelap gulita dari cahaya ketahuidan, mereka menjadi masyarakat yang sungguh jahiliyah.

Sedikit dibawah ini diantara perilaku-perilaku Jahiliyah pada masyarakat arab pada masa itu:

- Orang tua menguburkan hidup-hidup anak perempuannya ketika baru saja dilahirkan
Hal ini pernah dilakukan oleh Sahabat Umar ra. sebelum ia memeluk Islam. Umar sering meneteskan air matanya ketika ia teringat akan apa yang dilakukannya terhadap anak perempuannya waktu semasa Jahiliyah dahulu. Karena memang umar adalah sosok sahabat yang senantiasa bermuhasabah akan apa yang telah ia lakukan. Sahabat Umar ra. pernah berkata ”Hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab”.

- Makanan dijadikah Tuhan (berhala)
Kejadian ini pun pernah terjadi oleh Sahabat Umar ra. di masa Jahilayahnya. Beliau membuat Tuhan (berhala) dari adonan kue, kemudian karena beliau lapar dimakannya Tuhan (berhala) yang dibuatnya dari adonan kue tersebut.

- Batu dijadikan Tuhan (berhala)
Seperti hal nya Sahabat Umar ra. yang membuat Tuhan (berhala) dari adonan kue pada masa jahiliyahnya. Banyak masyarakat jahiliyah pada masa itu yang menjadikan Batu sebagai Tuhan.

- Mendatangi Kahin (Dukun)
Masyarakat arab jahiliyah pada masa itu banyak yang mendatangi kahin (dukun). Para Kahin itu dipercaya segala apa yang diucapkannya, segala apa yang diramalnya. Sungguh masyarakat jahiliyah itu sangat ketergantungannya kepada kahin. Setiap apa yang ingin dilakukannya, apa yang ingin diingininya, apapun bergantung dari ramalan si kahin. Padahal sebenarnya para Kahin itu tidak sanggup untuk mengetahui apapun, apa yang di ucap, apa yang diramal adalah kebohongannya. Tetapi begitulah apa yang terjadi pada masyarakat arab jahiliyah pada masa itu, karena mereka hanya menuruti hawa nafsunya sendiri.

Itulah sedikit diantara perilaku-perilaku masyarakat jahiliyah yang sebenarnya akhlak mereka telah rusak, Aqidah Tauhid sudah sirna dari mereka. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT Ke muka bumi ini diantara tugasnya adalah menyempurnakan akhlak manusia yang telah rusak, mendakwahkan kembali manusia hanya untuk bertuhankan Allah SWT semata, seperti halnya nabi-nabi sebelumnya. Beliau adalah Al Khataman Nabiyin penutup para nabi, tidak ada nabi setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW.

”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Al-Bukhari)

”Katakanlah: Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.”(Qs. Al Kahfi:110)

”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs. Al Ahzab:40)

Fenomena Jahiliyah tersebut juga terjadi di jaman sekarang. Bacalah koran, lihatlah televisi atau dengarlah radio. Fenomena jahiliyah itu memang benar terjadi, tidak jauh-jauh di negara tetangga, fenomena jahiliyah itu ada di negara kita, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, INDONESIA.

- Orang tua membunuh hidup-hidup anak perempuan/laki-lakinya ketika belum saatnya dilahirkan
Lebih dahsyat lagi dari perilaku orang-orang jahiliyah. Belum juga janin itu didalam rahim tumbuh menjadi seonggok bayi yang mungil, sang orang tua sudah membunuhnya dengan melakukan ABORSI. Sungguh lebih dahsyat dari prilaku orang-orang jahiliyah, yang masih membiarkan anaknya menghirup udara dunia walau hanya dalam hitungan detik. Itu pun kalau sang jabang bayi itu perempuan, tetapi kalau sang jabang bayi itu laki-laki masih dibiarkannya hidup dan malah akan dirawatnya sebaik-baiknya. Tetapi tidak untuk orang jahiliyah jaman sekarang, janin yang di rahim itu perempuan ataupun laki-laki tetap mereka bunuh dengan melakukannya dengan ABORSI.

Perilaku dahsyat ini sedang marak terjadi di Ibukota Negara berpenduduk Muslim terbesar ini dan juga mungkin terjadi di wilayah-wilayah lainnya akibat dari rusaknya akhlak masyarakat. Itu semua terjadi ketika hawa nafsu yang mendominasinya. Hawa nafsu untuk kenikmatan sesaat. Hawa nafsu tidak ingin bertanggung jawab apa yang telah dilakukannya. Hawa nafsu karena malu jika sang jabang bayi terlahir tanpa ayah. Kemudian berakhir dengan hawa nafsu ingin membunuh sang janin tak berdosa dengan melakukannya dengan ABORSI. Naudzubillahimin dzalik...

- Makanan dijadikah Tuhan
Belum lama ini dalam menyambut bulan mulud (kalender jawa) di salah satu daerah di Indonesia mengadakan acara muludan. Dalam acara itu ada makanan-makanan yang sudah disiapkan dari semalamnya. Sebelum acara dimulai esok hari, semalaman para ”kiyai” melakukan wirid. Pada pagi harinya acara muludan di mulai dan masyarakat sekitar berebutan untuk mendapatkan makanan yang sudah disiapkan dari semalam. Mereka menyakini dengan memakan makanan tersebut mereka akan medapatkan KEBERKAHAN.

KEBERKAHAN sungguh hanya datang dari Allah SWT untuk hamba-Nya yang senantiasa berjalan pada rel KERIDHOAN-NYA. Keberkahan tidak datang dari sebuah MAKANAN yang di wiridkan oleh seorang ”kiyai”.

Padahal acara itu dimaksudnya dalam memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tetapi dinodai dengan hal-hal yang merusak AQIDAH. Allah SWT tidak meridhoi acara seperti itu dan tidak akan pernah menurunkan KEBERKAHAN-NYA.

- Batu dijadikan Tuhan
Melihat kasus pengobatan alternatif baru-baru ini begitu kritis sekali AQIDAH umat Islam saat ini. Mereka mempercayai sebuah BATU yang dianggap dapat menyembuhkan suatu penyakit. Mereka rela antri seharian, berdesak-desakan bahkan sampai ada yang meninggal karena terlalu lama mengantri dan berdesak-desakan ketika hendak berobat kepada pemilik batu tersebut, seorang bocah bernama PONORI.

Ketika diberi ujian sakit seharusnyalah kita bersabar dan berikhtiar untuk tetap mencari solusi pengobatan yang bebas dari SYIRIK. Jangan terus mencari alternatif pengobatan yang mendekati syirik. Mendatangi seseorang yang dapat menyembuhkan suatu penyakit dengan bantuan sebuah BATU yang menyakini batu tersebut dapat menyembuhkan adalah dilarang dalam Islam, karena itu adalah perbuatan syirik. Majelis Ulama Indonesia pun sudah mengeluarkan fatwa mengenai pengobatan alternatif yang dilakukan oleh bocah kecil Ponori dengan media batu, bahwa hal tersebut adalah syirik.

- Mendatangi Paranormal, Orang Pintar atau Penasehat Spiritual
Karena jaman sudah modern, Kahin jaman sekarangpun ogah dirinya dipanggil Kahin (dukun), mereka menamakan dirinya dengan PARANORMAL, ORANG PINTAR atau PENASEHAT SPIRITUAL, mungkin supaya lebih banyak pasien yang akan datang kepadanya. Apapun namanya mereka yang menamakan dirinya paranormal, orang pintar atau penasihat spiritual itu sebenarnya adalah seorang kahin (dukun). Karena pada kenyataannya mereka berpraktek seperti halnya seorang kahin.

Kahin jaman sekarangpun melek tekhnologi, mereka mengiklankan kemampuan dirinya melalui iklan di televisi maupun di koran-koran, memberikan kemudahan kepada pasien-pasiennya dengan fasilitas Short Message Service (SMS) melalui Handphone, Ketik REG spasi RAMAL kirim bla..bla...bla... dan masih banyak lagi iklan lainnya yang seperti itu wara-wiri di koran maupun televisi.

Bacalah hadist sahih ini: "Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya maka dia telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu Alahi wa Sallam." (HR. At-Tirmidzi)

Sungguh jangan sampai kita dikatakan telah kafir kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW hanya karena mendatangi dan mempercayai apa yang dikatakan seorang Paranormal, Orang Pintar, Penasihat Spiritual yang sebenarnya mereka adalah seorang kahin.

Sedikit Solusi

Untuk membentengi diri kita dari perilaku-perilaku jahiliyah seperti diatas maka tingkatkanlah kualitas iman dan taqwa kita. Kita pelihara iman dan taqwa kita dengan senantiasa beribadah kepada Allah SWT. Jangan sampai kualitas iman dan taqwa kita dari hari ke hari kian menurun, kita tidak berusaha untuk menambah kualitasnya. Karena memang iman pada diri kita berfluktuasi, kadang bertambah kadang menurun, berusahalah untuk bertambah kualitasnya.

Mulailah dari diri sendiri supaya kita mudah untuk mengajak istri dan anak-anak kita untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena bagaimana mungkin kita bisa menginginkan keluarga kita menjalankan nilai-nilai islam kalau seorang Pimpinan keluarganya tidak mencontohkan kepada anggota keluarganya. Ketahuilah wahai kita para Pemimpin keluarga bahwa Allah SWT telah berfirman di dalam Al Qur’an:

”Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” (Qs. At Tahrim:6)

Para Pemimpin keluarga diperintah untuk memelihara dirinya dan juga keluarganya, istri dan anak-anaknya supaya selamat dari perilaku-perilaku jahiliyah yang dapat menjerumuskan kita masuk ke dalam api neraka. Berdakwah kepada anggota keluarga adalah juga diperintahkan oleh Allah SWT, firmannya didalam Al Qur’an: ”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.” (Qs. Asy Syu'araa':214)

Dengan memulainya dari diri kita sendiri dan keluarga kita, maka akan terbentuk keluarga yang menjalankan nilai-nilai islam. Kalau ini diterapkan dari setiap keluarga muslim maka akan terbentuk masyarakat yang islami. Dengan suasana masyarakat yang islami ini maka kita akan terhindar dari perilaku-perilaku jahiliyah yang melanggar syariat Islam. Insya Allah.

...Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (Qs. Al Fatiha:6-7)

Amin... amin... Ya Rabbal ’alamin

Wallahu a’lam Bishshawab