aku, diantara yang berjalan di atas punggung bumi, untuk terus BELAJAR

-Addy Aba Salma-

04 Juni 2009

Dalam Urusan Melihat Dunia Dan Urusan Melihat Akhirat

oleh: Addy Aba Salma

Dalam urusan dunia kita seharusnya melihat kebawah maka kita akan senantiasa bersyukur akan nikmat Allah yang diberikannya kepada kita saat ini. Ketika dalam urusan dunia ini kita melihat keatas maka kita akan sulit untuk mensyukuri nikmat, yang ada kita akan selalu merasa kurang dan kurang. Tetangga kita beli motor baru keluaran terbaru, jidat di kepala kita tempel dengan satu tempel koyo karena kita kepusingan sendiri melihat tetangga yang baru saja membeli motor. Apalagi tetangga kita beli kendaraan roda empat, mungkin tempel koyo yang nempel dijidat kita 2 atau 3 buah, karena adanya iri dan dengki dan ditambah kepusingan sendiri melihat tetangga kita yang beli mobil baru itu. Capek deh...

Kita syukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita saat ini. Kalau saat ini Allah baru memberikan nikmat kepada kita sebuah motor keluaran tahun 2000 syukuri nikmat itu. Coba kita lihat kebawah, masih banyak mereka yang memiliki motor keluaran tahun 1990 atau masih banyak juga mereka yang belum memiliki motor tapi hanya memiliki sepeda ontel dan masih banyak juga yang tidak memiliki motor ataupun sepeda ontel. Oleh karenanya ketika kita dalam urusan dunia melihat kebawah maka kita akan senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita saat ini. Dan Allah akan menambahkan nikmat kepada orang-orang yang senantiasa bersyukur akan nikmat-Nya. "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Qs. Ibrahim:7)

Dalam urusan akhirat sejatinya kita harus melihat keatas. Dalam urusan akhirat ini tidak lepas dari urusan ibadah kepada Allah SWT. Kita akan merasa kurang dan kurang dalam beribadah kepada Allah SWT jika kita melihat keatas. Kita harus melihat orang-orang sholeh beribadah, mereka yang rajin, tekun dan semangat dalam beribadah.

Selama ini mungkin kita merasa sudah cukup dengan melakukan shalat 5 waktu tanpa menambahkan jenis ibadah ibadah lainnya. Mereka berkata “masih mending gue shalat, noh masih banyak yang nggak shalat…”, “aduh… baca Al-Qur’an? nggak sempet neh… tapi khan gue shalat 5 waktu, cukup shalat dulu aje deh…” bahkan ada yang parah lagi, ada sebagian dimasyarakat kita mereka berpuasa pada saat bulan ramadhan tetapi shalatnya masih bolong, ini terjadi karena kita melihat kebawah dalam urusan akhirat, karenanya kita merasa cukup dengan ibadah yang telah kita lakukan, padahal masih banyak amaliah-amaliah yang belum kita kerjakan. Fastabiqul Khairat ajakan Allah di dalam Al Qur’an (Qs Al Baqarah:148, Al Maidah:48) yang dengan itu kita disuruh berlomba-lomba dalam kebenaran, dalam berbuat kebajikan, dalam beramal sholeh, dalam beribadah kepada-Nya.

Kita harus merubah cara pandang dalam urusan dunia dan cara pandang dalam urusan akhirat kita selama ini. Dalam urusan dunia lihatlah kebawah dan dalam urusan akhirat lihatlah keatas. Yang dengan itu adalah supaya kita senantiasa dapat mensyukuri nikmat-Nya dan memotivasi kita untuk meningkatkan amal ibadah kepada Allah SWT.

Bukankah kita senantiasa membaca dan mengaminkan doa yang sudah kita hafal tentunya sedari kecil, baca dan perhatikanlah baik-baik doa ini:

"Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka" (Qs. Al Baqarah : 201)

Segala apa yang diberikan oleh Allah SWT. kepada orang yang beriman didunia adalah suatu kebaikan, baik itu ujian yang berupa kenikmatan dan ujian yang berupa musibah. Sungguh indah urusan orang-orang beriman itu di dunia, ketika Allah memberikan ujian kenikmatan ia senantiasa bersyukur dan itulah pilihan yang ada kebaikan didalamnya dan ketika Allah memberikan ujian musibah maka ia bersabar, dan itu juga pilihan yang ada kebaikan didalamnya, “berilah kami kebaikan di dunia”.

Ibadah yang dilakukan oleh orang yang beriman didunia adalah untuk bekal dikehidupan yang abadi yaitu akhirat. Surga adalah kebaikan di akhirat yang hanya diperuntukkan oleh Allah untuk hamba-hambanya yang senantiasa meningkatkan amal ibadah dan beramal sholeh ketika di dunia, "berilah kami kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka".

Wallahu a’lam bishshawab

01 Juni 2009

Akan Tetap Mewangi

oleh: Addy Aba Salma

semerbak kasturi mewangi
di setiap jengkal bumi jihad palestina
harumnya memanggil shaf-shaf mujahid
yang tetap istiqamah merindu syahid
aisy kariman aumut syahidan

perlawanan kami tak kan mati
kami mulai dari intifadhah batu yang berbicara
sampai bom syahid yang menggetarkan bumi
begitulah bahasa perlawanan kami
aisy kariman aumut syahidan

wahai zionis laknatullah alaihi
ketahuilah kami-kami ini
kami berangkat dari masjid-masjid kami
dari lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah rabbani
aisy kariman aumut syahidan

kami lahir dari shaf pertama jama'ah subuh
karena kami bukan generasi Abdullah bin Ubay
kalian akan gentar sebenar-benarnya gentar
karena kami generasi tauladan kami di lembah khaibar
aisy kariman aumut syahidan

semerbak kasturi itu akan tetap mewangi...

maret'09

Semangat Perang Badar

oleh: Addy Aba Salma

Telah tercatat abadi didalam sejarah umat islam bahwa peperangan fisik yang dilakukan oleh orang-orang kafir tidak akan mendapatkan kemenangan. Perang pertama yang dilakukan oleh umat islam adalah Perang Badar. Disana umat islam mendapat kemenangan yang sangat gemilang, walaupun jumlah pasukan yang Rasulullah pimpin langsung pada saat itu tidaklah berimbang 3 banding 10.

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu pada waktu itu dalam keadaan lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah supaya kamu mensyukurinya. Cukuplah jika kamu sabar dan siaga, dan mereka datang menyerang kamu seketika itu juga niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda. Ingatlah ketika kamu mengatakan kepada orang-orang Mukmin, apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit). Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai kabar gembira bagi kemenanganmu dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Untuk membinasakan golongan orang-orang kafir, atau untuk menjadikan mereka itu hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa.” (QS. Ali Imran:123-127)

Perang badar itulah yang menjadi semangat atas umat islam dalam menyambut peperangan fisik yang dilakukan oleh orang-orang kafir. Dengan semangat itu walaupun jumlah pasukan tidak sebanding, peralatan perang tidak seimbang, tetapi tetap memiliki keyakinan bahwa Allah akan senantiasa bersama orang-orang yang beriman dan pasti menurunkan pertolongan-Nya, seperti pertolongan-Nya dalam perang Badar.

Di tahun 80-an ingatkah kita akan perang yang dilakukan oleh negara adikuasa Uni Sovyet terhadap negara kecil Afganistan. Apa yang didapat oleh Uni Sovyet, tidak lain adalah biidznillah kekalahan yang pada akhirnya negara Uni Sovyet hilang dari muka bumi dan pecah menjadi negara-negara kecil.

Begitu juga perang yang dilakukan oleh negara israel yahudi laknatullah terhadap bangsa Palestina. semenjak menjajah bangsa palestina dari tahun 1948 hingga kini, perlawanan-perlawanan yang dilakukan bangsa palestina tidaklah surut. Semangat badar ada pada pejuang-pejuang palestina. dari mulai perlawanan dengan hanya melontarkan batu-batu hingga melontarkan roket-roket buatan para pejuang-pejuang palestina sendiri.

Perang yang dilancarkan oleh israel yahudi laknatullah terhadap Jalur Gaza Palestina dengan menggunakan peralatan tempur yang maksimal. Jumlah pasukan mencapai ratusan ribu personil + pasukan tambahan, pesawat apache, tank mirkava, senjata otomatis. Itu semua tidak membuat pejuang-pejuang palestina (HAMAS) dan para penduduk jalur gaza gentar. Meraka malah sebaliknya menyambut pasukan musuh israel dengan perlawanan. Pejuang palestina (HAMAS) hanya berjumlah kurang lebih 2000 personil tanpa memiliki perlengkapan perang yang maksimal. Tetapi apa yang kita saksikan kemenangan ada pada pejuang-pejuang palestina (HAMAS) di jalur GAZA. ’Aisy Kariman Aumut Syahidan... Allahu Akbar...

"...Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (Qs.Al Baqarah:249)

Wallahu a'lam bishshawab